kesedihan unicorn: keluarnya dana dolar as dan pola baru pasar tiongkok

2024-09-09

한어Русский языкEnglishFrançaisIndonesianSanskrit日本語DeutschPortuguêsΕλληνικάespañolItalianoSuomalainenLatina

“dana dolar as telah memasuki pasar tiongkok selama lebih dari 20 tahun, mendorong perkembangan modal ventura tiongkok.” chen fei, mitra pe terkemuka, menggambarkan masa lalu. namun, kondisi pasar saat ini menghadirkan kenyataan baru: penarikan dana dolar as. kebijakan yang tidak menentu dan pendanaan baru sulit diperoleh, sehingga menyulitkan banyak proyek berkualitas tinggi untuk mendapatkan dukungan finansial yang memadai.

nasib unicorn menjadi semakin jelas. banyak proyek terpaksa go public di hong kong karena valuasinya terbalik atau gagal listing. konflik kepentingan antara investor institusi dan tim pendiri sangat sengit, dan konflik sering terjadi untuk melindungi hak-hak mereka, beberapa investor bahkan mulai menuntut klausul penundaan.

perubahan dalam lingkungan pasar telah mendorong lebih banyak perusahaan untuk beralih ke dana rmb, namun hal ini juga memicu tantangan baru. pasar rmb juga menghadapi kekurangan modal dan pengalaman. investor perlu mengkaji ulang lingkungan pasar dan mencari peluang baru.

beberapa lembaga telah melakukan penyesuaian terhadap perubahan pasar. misalnya, dana baru yang dikelola oleh tiger global hanya mengumpulkan us$2,2 miliar, jauh di bawah target sebesar us$6 miliar dan jumlah terkecil yang berhasil dikumpulkan dalam satu dekade terakhir.

pengetatan kebijakan di pasar saham a tiongkok juga semakin memperburuk nasib unicorn. beberapa perusahaan tradisional memilih untuk go public di hong kong untuk mencari arah pengembangan baru.

kesenjangan antara pendanaan as dan startup teknologi tiongkok semakin melebar.

bagaimana mengikuti perkembangan zaman merupakan proposisi baru bagi semua investor dan pengusaha.