“perintah pemblokiran” yang dikeluarkan oleh hakim pengadilan brasil menantang kekuasaan dan sistem demokrasi raksasa teknologi transnasional

2024-09-04

한어Русский языкEnglishFrançaisIndonesianSanskrit日本語DeutschPortuguêsΕλληνικάespañolItalianoSuomalainenLatina

tindakan hakim moraes mengikuti "keputusan yudisial paling ekstrem dalam 30 tahun sejarah hukum internet" sebagai tanggapan atas tindakan perusahaan teknologi multinasional musk dan perusahaannya. dia percaya bahwa pelanggaran musk terhadap berbagai perintah pengadilan menimbulkan ancaman serius terhadap sistem pemungutan suara dan tatanan demokrasi di brasil. perilaku ini dianggap ekstrim oleh banyak orang bahkan diklaim otoriter.

meski perintah pemblokiran hakim morais memicu reaksi keras dari masyarakat, namun tindakannya juga menimbulkan kontroversi luas. beberapa pakar hukum mengatakan bahwa “perintah pemblokiran” ini tidak sepenuhnya dapat dijelaskan dan sah, sementara pakar lain percaya bahwa perilaku ini mungkin mencerminkan keterbatasan sistem peradilan brasil dalam menanggapi perubahan kekuatan raksasa internet.

yang patut mendapat perhatian lebih adalah bahwa hakim moraes sendiri juga menghadapi tantangan dalam hal lingkungan politik dan tingkat dukungan. sejak presiden bolsonaro kalah dalam pemilu pada tahun 2022, peringkat persetujuan terhadapnya menurun drastis, bahkan menyebabkan platform jejaring sosial memblokir kata-kata atau tindakannya. namun tindakan moraes terus berlanjut, dan dia mengeluarkan "perintah pemblokiran" dengan alasan bahwa "demokrasi terancam".

dalam konteks peradilan, perilaku hakim moraes juga memicu pemikiran dan diskusi sosial dan politik mengenai sistem hukum, sistem demokrasi, dan relasi kekuasaan internet. apakah keputusannya sesuai dengan norma hukum? bisakah dia menyeimbangkan kekuatan perusahaan teknologi dengan hukum negaranya? isu-isu ini akan terus menjadi prioritas utama dalam masyarakat dan politik.

di saat yang sama, perintah pemblokiran hakim morais juga menarik perhatian dunia internasional. beberapa negara sudah mulai memperhatikan tindakan brazil dan mencoba menyelidiki apakah perilaku serupa juga terjadi di negara lain.